Tuesday, August 7, 2012

Renungan 07 Aug 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Selasa, 07 Agustus 2012


Yer 30:1-2,12-15,18-22
Mzm 102:16-21,29,22-23
Mat 14:22-36


MENGAPA ENGKAU BIMBANG?


Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang? - Mat 14:31b


Suatu pagi saat saya sedang mempersiapkan tulisan untuk renungan, tanpa sengaja saya melihat kalender di meja. Tak terasa tahun ini sudah lewat beberapa bulan dan tiba-tiba saya tersadar kalau dalam bulan itu saya dan isteri sudah tiga puluh tahun kami dipersatukan sakramen perkawinan.

Terbayanglah kejadian-kejadian di masa lalu dimana saya sering bersikap seperti orang yang kurang percaya dan sering merasa bimbang, sama seperti Petrus saat berjalan di atas air yang menjadi takut ketika merasakan tiupan angin.
Di saat seperti itu, keraguan dan kekuatiran seringkali lebih menguasai diri saya dibanding rasa percaya saya akan kasih setia Tuhan.

Teman, betapa sering kita merasakan tiupan angin yang kencang dan membuat kita ketakutan? Ketika ketakutan membayangi, kita jadi mulai berandai-andai akan masa depan dan kekuatiran semakin menjadi-jadi. Dalam bacaan hari ini Tuhan menegur kita, “Mengapa engkau bimbang?”

  Dan dalam bacaan pertama, Tuhan menegaskan: “..maka kamu akan menjadi umatKu, dan Aku akan menjadi Allahmu.”

Berpeganglah pada ayat ini, dan yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menuntun kita ke jalan keluar dalam setiap permasa-lahan yang kita lalui...dengan tetap setia kepadaNya. (Au)


Apa yang saya lakukan untuk menghadapi kekuatiran dan ketakutan?

Monday, August 6, 2012

Renungan 06 Aug 2012

6 Agustus 2012
•✽• Renungan hari ini •✽•

Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

·•♚ Lukas 14:33 ♚•·

Mengikuti Tuhan berarti kita mau menyerahkan diri kita untuk di bentuk sesuai dengan kehendak-Nya. Bagi sebagian besar orang, hal ini sungguh sulit. Mengubah kebiasaan lama kita menjadi kebiasaan yang sejalan dengan firman Tuhan. Melepaskan keinginan kita akan materi sehingga identitas diri kita bukan ditentukan oleh materi yang kita miliki tetapi oleh apa yang Tuhan katakan mengenai kita melalui firman-Nya.

Melalui ayat ini, Tuhan ingin memberitahu kita bahwa Tuhan ingin menempatkan-Nya sebagai yang pertama dalam hidup kita. Tuhan ingin kita menyerahkan segala area hidup kita kepada-Nya. Bukan karena Tuhan egois dan ingin berlaku sekehendak-Nya, tetapi karena Tuhan lah yang paling mengetahui bakat, kemampuan, bahkan rencana besar-Nya dalam hidup Anda.

Menyerahkan setiap area hidup Anda pada Tuhan dan mau setuju untuk hidup dengan cara-Nya akan membawa damai sukacita yang besar. Kita bisa tenang sebab apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita percaya Tuhan tahu apa yang sedang IA lakukan. Kita yakin bahwa setiap langkah yang kita ambil akan membawa kita selangkah lebih dekat kepada pemenuhan hidup rencana Tuhan (God's given destiny) dalam hidup kita.

•✽• Selamat pagi. Penyerahan diri akan membawa kita pada pemenuhan rencana Tuhan. Kristus bersamamu. •✽•

Sunday, August 5, 2012

Renungan 05 Aug 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Minggu, 05 Agustus 2012


Kel 16:2-4,12-15
Mzm 78:3-4,23-25,54
Ef 4:17,20-24
Yoh 6:24-35


TO DO HIS WILL

Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah? - Yoh 6:28


Lima belas tahun lalu saya dihadapkan pada dua pilihan sulit. Melanjutkan karir di perusahaan tempat saya bekerja atau menanggapi panggilan sebagai seorang
fulltimer di komunitas. Saya yakin saya punya masa depan karir yang sangat baik di sana dan tentu saja penghasilan saya pun akan ikut melejit.

Namun saya betul-betul bersyukur kalau waktu itu saya memilih untuk menanggapi kerinduan dan panggilan saya untuk melayani sebagai seorang
fulltimer. Begitu banyak kesempatan belajar yang Tuhan berikan ketika saya mengambil keputusan itu. Hari ini, saya melihat bahwa diri saya bisa lebih berkembang dalam begitu banyak hal adalah karena pilihan yang saya ambil waktu itu. Saya merasa mampu menjadi diri saya sendiri secara ‘penuh’ dan ‘maksimal’.

Dengan semakin banyaknya kepercayaan yang Tuhan berikan dalam pelayanan saya, saya menjadi semakin yakin dengan keputusan saya untuk mengikuti panggilan yang begitu kuat yang saya rasakan ketika itu. Meskipun awalnya saya tidak bisa melihat jelas tentang apa dan bagaimana saya akan menjalani panggilan itu. Tapi seiring berjalannya waktu, saya mampu melihat campur tangan dan bimbingan Tuhan dari hari ke hari.

Relasi yang intim dengan Tuhan akan memampukan kita untuk mendengar suara Tuhan yang berbicara kepada kita.
Mulailah untuk membangun relasi yang benar dengan Tuhan agar kita bisa mengenali kehendakNya bagi kita. (Jc)

Apakah saya sudah melakukan apa yang menjadi kehendakNya dalam hidup saya?

Renungan 04 Aug 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Sabtu, 04 Agustus 2012


Yer 26:11-16,24
Mzm 69:15-16,30-31,33-34
Mat 14:1-12


HATI NURANI

Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan
kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu.
- Yer 26:12


Di dunia sekarang banyak orang yang menderita karena semakin jarang orang yang berani berkata dan bertindak seperti Nabi Yeremiah yang berani menegur demi kebenaran tanpa takut akan resikonya, sekalipun nyawa adalah ta-ruhannya.

Herodes awalnya merasa takut orang banyak akan memberontak jika ia membunuh Yohanes Pembaptis.
Tapi ke-nyataannya, yang menghantuinya bukanlah orang banyak melainkan suara hatinya. Herodes tidak mau mengakui kesalahan yang dibuatnya, malah sebaliknya menjadi marah karena ditegur.

Betapa jahat dan kejamnya seseorang, dalam hati kecilnya tetap ada suara yang akan menegur dan mengingatkan akan perbuatannya yang salah. Tapi berapa banyak dari kita yang mau menerima teguran dan kritik yang membangun?
Dan janganlah kita terus mengabaikan suara hati yang menjadi tempat Allah berbicara pada kita, sebaliknya belajarlah untuk mendengarkan hati nurani kita dan membiarkan hati nurani itu membimbing kita dalam peziarahan kita di dunia ini.

Mari kita meneladani sikap Nabi Yeremiah yang berani menegur demi kebenaran dan jauhilah sikap seperti Herodes yang dikuasai oleh ego, kedagingan, dan emosi serta orang di sekitarnya sehingga tidak berani untuk mengambil sikap yang dirasanya benar. (Jae)     


Apakah saya sering mendengarkan suara hati atau justru mengabaikannya?

Renungan 03 Aug 2012

Renungan Harian Katolik
Jumat, 3 Agustus 2012

Yer 26:1-9
Mzm 69:5,8-10,14
Mat 13: 54-58

PERCAYA

"Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakanNya di situ." (Matius 13:58).

Tuhan seringkali bekerja secara nyata lewat mujizat, misalkan orang buta bisa melihat, lumpuh bisa berjalan, dsb. Yesus membawa kerajaan surga dengan melakukan banyak mujizat ketika Dia berkarya dalam pewartaanNya.

SesungguhNya mujizat itu masih terjadi sampai saat ini, mujizat itu tidak berhenti. Tuhan terus bekerja lewat mujizat-mujizat, lewat penyembuhan, baik fisik ataupun rohani, dan masih banyak lagi.

Kita semua bisa merasakan karya Tuhan yang kelihatan dengan mata manusia itu dengan satu syarat yaitu PERCAYA. Percaya secara penuh kepadaNya yang merupakan sumber dari segalanya.

Sebab, dalam Dia ada kuasa yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Dengan Dia tidak ada yang mustahil, semua bisa terlaksana oleh kehendakNya.

Percaya maka akan diselamatkan. Percaya secara penuh, jadi kalau meminta hujan maka percayalah! Bawalah payung untuk hujan nantinya. Siapkanlah ladang berkat ketika anda meminta berkat, sebab Tuhan pasti memberikan.

Kepercayaan itu adalah IMAN. (KH)

Thursday, August 2, 2012

Renungan 02 Aug 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Kamis, 02 Kamis 2012

Yer 18:1-6
Mzm 146:2-6
Mat 13:47-53


TEMBIKAR


Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! - Yer 18:6


Tanah liat yang digunakan untuk kerajinan tembikar sebenarnya berasal dari lumpur. Lumpur itu harus melalui proses yang panjang sebelum bisa berubah menjadi sebuah kerajinan tembikar yang indah. Dia harus dipusing beratus-ratus kali supaya bisa memiliki bentuk yang sempurna. Selama proses itu dia dipukul, dibentuk, lalu dipukul lagi hingga memiliki bentuk yang sempurna.
Setelah itu, tanah liat itu harus dibakar dalam temperatur yang sangat panas supaya menjadi keras. Barulah dia dihias dan dicat hingga memiliki rupa yang indah.

Sama seperti hidup kita, Tuhan membentuk kita agar menjadi pribadi yang indah lewat kehidupan kita sehari-hari. Seringkali kita merasa hidup terasa begitu berat. Cobaan terus datang, masalah tidak pernah habis, tapi lewat semuanya itu Tuhan me-ngubah kita sedikit demi sedikit hingga kita menjadi seorang pribadi yang luar biasa.

Kehidupan tidak akan pernah berhenti memberi kita masalah dan cobaan.
Tapi bila kita tetap terus setia berpegang pada Tuhan, semua masalah dan cobaan itu akan mengubah kita menjadi semakin serupa dengan Dia. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah salah, jadi jangan pernah takut bila hidupmu dihampiri masalah, karena di situlah Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang percaya kepadaNya. Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, hidup kita berada di tangan tukang periuk yang paling handal di seantero jagat raya. (Hd)

Masalah apa yang saya hadapi saat ini?
Pelajaran apa yang bisa saya ambil lewat masalah ini?

Wednesday, August 1, 2012

Renungan 01 Aug 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Rabu, 01 Agustus 2012

Yer 15:10,16-21
Mzm 59:2-5,10-11,17-18
Mat 13:44-46


KESELAMATAN

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam diladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. - Mat 13:44


Membaca perikop Injil hari ini mungkin kita bertanya, me-ngapa ada orang yang mampu mengenali nilai Kerajaan Sorga, sementara yang lain tidak. Apakah Tuhan hanya ber-kenan pada orang tertentu dan tidak pada yang lain, sehingga Dia membimbing orang-orang yang dipilihNya untuk menemukan apa yang tersembunyi? Jawabannya, tidak. Tuhan menginginkan semua orang menerima keselamatan.             

Beberapa waktu lalu saya ikut sebuah retret. Ketika memutuskan ikut retret ini saya memang mempunyai kerinduan besar dalam hati untuk mendapat pengertian bagaimana caranya agar saya bisa semakin intim dengan Tuhan.
Dan ke-rinduan itu dijawab Tuhan.

Namun sejujurnya, ada perasaan takut dengan tanggungjawab atas pengertian yang sudah peroleh selama retret, tapi mau tidak mau saya harus mengerjakannya. Tak ada pilihan lain untuk semakin dekat dengan Tuhan, selain saya harus terus belajar hidup dengan meneladani Yesus. Saya harus berani menyangkal diri, melepaskan hal-hal yang mungkin berharga buat saya tapi tidak berkenan di hati Tuhan.
Marilah kita terus belajar melepaskan kesukaan kita yang tidak berkenan di hati Tuhan, agar kita mendapatkan harta yang sungguh-sungguh bisa membawa kita ke persatuan dengan Tuhan. (In)

Mampukah saya melepaskan hal-hal yang membuat saya nyaman?