Thursday, October 4, 2012

Renungan 04 Oktober 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Kamis, 04 Oktober 2012
 

Ayb 19:21-27
Mzm 27:7-9,13-14
Luk 10:1-12 


TUGAS KITA 

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu.. - Luk 10:3
 

Misi penginjilan adalah suatu tugas yang diberikan kepada semua murid Yesus tanpa terkecuali. Injil Lukas hari ini sangat jelas menekankan bahwa penugasan ini ditujukan bagi para murid.
Selain mengutus 12 rasul, Yesus juga mengutus 70 murid ke berbagai daerah untuk suatu tugas penginjilan.

Ada sebuah artikel yang mengartikan bahwa Yesus mengutus 70 murid ini dengan maksud agar misi ini tidak hanya dalam lingkup orang Isarel, tapi kepada semua bangsa, bahasa, dan budaya.
Dan inilah yang Yesus maksudkan juga bagi kita muridNya di jaman sekarang.

Ada tiga pesan Yesus yang sangat jelas bagi para murid dalam misi ini.
Pertama, janganlah membawa pundi, bekal atau kasut. Pesan ini menandakan bahwa Yesus ingin agar para murid mengandalkan Tuhan dalam hal kebutuhan pribadi mereka dan janganlah ada kekuatiran di sana.

Kedua, katakanlah lebih dulu “Damai sejahtera bagi rumah ini”. Yesus ingin misi yang dilakukan adalah misi damai.
Tidak ada pemaksaan kehendak yang membawa kepada pertikaian.
Dan harapannya, para murid menjadi pembawa damai yang memberi kedamaian dan ketenangan bagi setiap hati.

Ketiga, sembuhkanlah orang sakit dan katakan “Kerajaan Allah sudah dekat”.
Yesus ingin agar kita membantu/menolong kebutuhan orang lain dengan segala talenta yang kita miliki sambil mengajarkan bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mengasihi manusia. (Al) 


Apakah saya menyadari tugas ini?

Apakah saya sudah melakukannya dengan benar?

Wednesday, October 3, 2012

Renungan 03 Oktober 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Rabu, 03 Oktober 2012
 

Ayb 9:1-12,14-16
Mzm 88:10-15
Luk 9:57-62
 

MITOS VS IMAN 

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. - Luk 9:62
 

Perkataan Yesus dalam perikop hari ini sangat keras. Namun jawaban Yesus itu ditujukan kepada orang yang mau mengikutiNya, tetapi orang itu baru mau melakukannya setelah ayahnya meninggal. Orang itu lebih setia pada adat-istiadat warisan nenek moyang daripada memilih ikut Yesus.

Kata ’menoleh ke belakang’ mempunyai arti yang sama dengan ingin mempertahankan warisan nilai-nilai dan pengalaman masa lalu. Bajak biasanya dipegang dengan satu tangan saja dan tangan yang lain digunakan sebagai pengendali lembu yang menarik bajak itu.  Karena itu pembajak harus kuat dan setia memperhatikan agar alur bajakan tetap lurus. Jika menoleh ke belakang, maka alurnya akan menjadi tidak karuan.

Demikian halnya dengan pengikut Kristus. Kita harus berani memotong hal-hal yang menjadi penghalang, sekalipun itu merupakan warisan masa lalu.
Kita harus siap menyambut tuntutan Tuhan tanpa merepotkan diri dengan kewajiban-kewajiban yang menjadi penghalang. (Dikutip dari buku ”Kata-kata Pedas” oleh Rm. Surip Stanislaus, OFM Cap, LBI) 

Banyak tradisi dan adat-istiadat orang tua ataupun mitos yang masih sering dicampuradukkan dalam kebiasaan kita meskipun sudah menjadi pengikut Kristus. Semuanya kembali kepada kita.
Apakah kita mengikuti Kristus, Allah yang hidup, atau percaya dengan mitos dan tradisi itu? (Lie) 


Apa yang saya lakukan jika berhadapan dengan mitos/tradisi yang dipercaya?

Renungan 03 Oktober 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Rabu, 03 Oktober 2012
 

Ayb 9:1-12,14-16
Mzm 88:10-15
Luk 9:57-62
 

MITOS VS IMAN 

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. - Luk 9:62
 

Perkataan Yesus dalam perikop hari ini sangat keras. Namun jawaban Yesus itu ditujukan kepada orang yang mau mengikutiNya, tetapi orang itu baru mau melakukannya setelah ayahnya meninggal. Orang itu lebih setia pada adat-istiadat warisan nenek moyang daripada memilih ikut Yesus.

Kata ’menoleh ke belakang’ mempunyai arti yang sama dengan ingin mempertahankan warisan nilai-nilai dan pengalaman masa lalu. Bajak biasanya dipegang dengan satu tangan saja dan tangan yang lain digunakan sebagai pengendali lembu yang menarik bajak itu.  Karena itu pembajak harus kuat dan setia memperhatikan agar alur bajakan tetap lurus. Jika menoleh ke belakang, maka alurnya akan menjadi tidak karuan.

Demikian halnya dengan pengikut Kristus. Kita harus berani memotong hal-hal yang menjadi penghalang, sekalipun itu merupakan warisan masa lalu.
Kita harus siap menyambut tuntutan Tuhan tanpa merepotkan diri dengan kewajiban-kewajiban yang menjadi penghalang. (Dikutip dari buku ”Kata-kata Pedas” oleh Rm. Surip Stanislaus, OFM Cap, LBI) 

Banyak tradisi dan adat-istiadat orang tua ataupun mitos yang masih sering dicampuradukkan dalam kebiasaan kita meskipun sudah menjadi pengikut Kristus. Semuanya kembali kepada kita.
Apakah kita mengikuti Kristus, Allah yang hidup, atau percaya dengan mitos dan tradisi itu? (Lie) 


Apa yang saya lakukan jika berhadapan dengan mitos/tradisi yang dipercaya?

Renungan 03 Oktober 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Rabu, 03 Oktober 2012
 

Ayb 9:1-12,14-16
Mzm 88:10-15
Luk 9:57-62
 

MITOS VS IMAN 

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. - Luk 9:62
 

Perkataan Yesus dalam perikop hari ini sangat keras. Namun jawaban Yesus itu ditujukan kepada orang yang mau mengikutiNya, tetapi orang itu baru mau melakukannya setelah ayahnya meninggal. Orang itu lebih setia pada adat-istiadat warisan nenek moyang daripada memilih ikut Yesus.

Kata ’menoleh ke belakang’ mempunyai arti yang sama dengan ingin mempertahankan warisan nilai-nilai dan pengalaman masa lalu. Bajak biasanya dipegang dengan satu tangan saja dan tangan yang lain digunakan sebagai pengendali lembu yang menarik bajak itu.  Karena itu pembajak harus kuat dan setia memperhatikan agar alur bajakan tetap lurus. Jika menoleh ke belakang, maka alurnya akan menjadi tidak karuan.

Demikian halnya dengan pengikut Kristus. Kita harus berani memotong hal-hal yang menjadi penghalang, sekalipun itu merupakan warisan masa lalu.
Kita harus siap menyambut tuntutan Tuhan tanpa merepotkan diri dengan kewajiban-kewajiban yang menjadi penghalang. (Dikutip dari buku ”Kata-kata Pedas” oleh Rm. Surip Stanislaus, OFM Cap, LBI) 

Banyak tradisi dan adat-istiadat orang tua ataupun mitos yang masih sering dicampuradukkan dalam kebiasaan kita meskipun sudah menjadi pengikut Kristus. Semuanya kembali kepada kita.
Apakah kita mengikuti Kristus, Allah yang hidup, atau percaya dengan mitos dan tradisi itu? (Lie) 


Apa yang saya lakukan jika berhadapan dengan mitos/tradisi yang dipercaya?

Renungan 03 Oktober 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Rabu, 03 Oktober 2012
 

Ayb 9:1-12,14-16
Mzm 88:10-15
Luk 9:57-62
 

MITOS VS IMAN 

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. - Luk 9:62
 

Perkataan Yesus dalam perikop hari ini sangat keras. Namun jawaban Yesus itu ditujukan kepada orang yang mau mengikutiNya, tetapi orang itu baru mau melakukannya setelah ayahnya meninggal. Orang itu lebih setia pada adat-istiadat warisan nenek moyang daripada memilih ikut Yesus.

Kata ’menoleh ke belakang’ mempunyai arti yang sama dengan ingin mempertahankan warisan nilai-nilai dan pengalaman masa lalu. Bajak biasanya dipegang dengan satu tangan saja dan tangan yang lain digunakan sebagai pengendali lembu yang menarik bajak itu.  Karena itu pembajak harus kuat dan setia memperhatikan agar alur bajakan tetap lurus. Jika menoleh ke belakang, maka alurnya akan menjadi tidak karuan.

Demikian halnya dengan pengikut Kristus. Kita harus berani memotong hal-hal yang menjadi penghalang, sekalipun itu merupakan warisan masa lalu.
Kita harus siap menyambut tuntutan Tuhan tanpa merepotkan diri dengan kewajiban-kewajiban yang menjadi penghalang. (Dikutip dari buku ”Kata-kata Pedas” oleh Rm. Surip Stanislaus, OFM Cap, LBI) 

Banyak tradisi dan adat-istiadat orang tua ataupun mitos yang masih sering dicampuradukkan dalam kebiasaan kita meskipun sudah menjadi pengikut Kristus. Semuanya kembali kepada kita.
Apakah kita mengikuti Kristus, Allah yang hidup, atau percaya dengan mitos dan tradisi itu? (Lie) 


Apa yang saya lakukan jika berhadapan dengan mitos/tradisi yang dipercaya?

Tuesday, October 2, 2012

Renungan 02 Oktober 2012

Renungan Harian Katolik
Selasa, 2 Oktober 2012

Kel 23:20-23a,
Mzm 91:1-2,3-4,5-6,10-11,
Mat 18:1-5,10

GUARDIAN ANGEL

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Mat 18:10

BroSis, ternyata selama kita hidup ini kita punya sosok pelindung yang sangat keren yaitu malaikat pelindung.

Setiap orang punya malaikat pelindungnya masing-masing yang standby 24 jam mengalahkan segala pos satpam dan ronda di dunia ini. :)

Kalau anda seorang gamer, coba gunakan imajinasi anda: ketika mulai bangun pagi energy anda di-recharge, lalu malaikat sudah siap melakukan skill protect. Nah di jalan anda ke sekolah/kampus/kantor banyak panah-panah yang mau menyerang anda, tetapi malaikat anda membawa pedang dan menebas semua panah dan hancur terbelah dua.

Betapa dashyatnya karya Tuhan, telah memberikan kita malaikat pelindung untuk melayani kita dan melindungi kita :).

Ingin tahukah anda lebih banyak tentang malaikat pelindung? Datanglah ke PWR JOY 6 Oktober 2012.

Maka bersyukurlah pada Tuhan atas segala sesuatu yang baik yang telah diadakan Tuhan :). Berterimakasih untuk malaikat yang dikirim Tuhan.

Mari kita bersyukur. (KH)

Renungan 01 Oktober 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Senin, 01 Oktober 2012
 

Yes 66:10-14b atau 1Kor 12:31-13:13
Mzm 131:1-3
Mat 18:1-5 


KASIH 

..tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
- 1 Kor 13:2


Apa yang membedakan koruptor dengan yayasan sosial? Keduanya mengambil dana dari masyarakat, tetapi koruptor menggunakannya untuk menggemukkan dirinya sendiri, sedangkan yayasan sosial menggunakannya untuk membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Apa yang membedakan teroris dengan pewarta? Kedua-dua-nya bertindak atas nama agama, tetapi teroris menggunakan kekerasan, sedangkan pewarta menggunakan firman Tuhan untuk memperkenalkan Tuhan kepada orang yang belum me-ngenalNya.

Pada dasarnya, bila dirangkum dengan lebih sederhana, orang yang mendatangkan kebaikan bagi orang di sekitarnya adalah orang yang lebih banyak memiliki kasih.
Seseorang dapat menjadi sarjana kimia yang sangat pintar, namun bila dia menggunakan ilmunya untuk menciptakan bom yang membunuh banyak orang, maka ilmunya itu sama sekali tidak berguna. Lain halnya jika dia menggunakan ilmunya untuk menciptakan sumber energi yang ramah lingkungan, maka ilmunya itu akan terus berguna bagi semua orang, bahkan mungkin sampai dia tiada sekalipun.

Ketika kita melakukan sesuatu, sesederhana apapun, bila dilandasi dengan kasih yang besar, pasti akan memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada bila kita melakukannya untuk kepentingan diri kita sendiri.
Teman, kasihilah seseorang hari ini.
Dan jadikanlah hidupmu berarti dengan membantu orang-orang yang membutuhkan. (Hd) 


Siapakah yang paling membutuhkan kasihku hari ini?