Thursday, July 5, 2012

Renungan 05 Juli 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Kamis, 05 Juli 2012
 

Am 7:10-17
Mzm 19:8-11
Mat 9:1-8 

BE POSITIVE! 

Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? - Mat 9:4
 
Bulan lalu saya mengikuti training kantor yang membahas tentang lima aspek yang mampu membuat hidup kita lebih baik. Salah satu aspek tersebut adalah ‘positif’. Si pembicara pun menceritakan latar belakang kehidupannya dimana pengalaman masa kecil hingga masa remajanya membuatnya sulit berpikiran positif. Ia selalu berprasangka buruk dalam menghadapi segala situasi, termasuk menghadapi banyak orang.
Yang ada dalam pikirannya hanyalah sisi buruk dari segala hal. Berpikir positif betul-betul sulit baginya.

Sebagai praktek, kami diberi suatu contoh keadaan dan kami diminta untuk menilai dari kacamata positif. Ternyata sangat sulit. Hampir seluruh peserta training kesulitan untuk menganalisa sisi baik dari contoh tersebut.

Teman, mungkin kita perlu merenungkan apakah kita pun selalu mengandalkan pikiran buruk dalam menilai atau memandang segala sesuatu. Saya percaya bahwa setiap detil yang terjadi dalam hidup kita adalah demi kebaikan kita. Masalahnya terletak pada kemampuan kita untuk mengubah cara pikir kita selalu ke arah yang positif.

Di jaman maju seperti sekarang ini, berpikir positif merupakan suatu tantangan tersendiri. Apalagi bagi kita yang tinggal di kota besar. Yang lebih sering memenuhi benak kita adalah ketakutan, kekuatiran, kegelisahan.
Banyak hal yang seolah membuat kita berpikir begitu.

Hari ini kita diingatkan untuk tidak selalu menyimpan pikiran jahat, melainkan mencoba untuk berpikir baik dan positif karena dengan berpikir positif kita akan lebih mudah menikmati hidup dan bersyukur. (Ve) 


Seberapa sering saya berpikir positif saat menghadapi suatu keadaan?

Wednesday, July 4, 2012

Renungan 04 Juli 2012

Renungan Harian Katolik
Rabu, 4 Juli 2012

Ams 5:14-15, 21-24
Mzm 50:7-13, 16-17
Mat 8:28-34

"15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang..."

Kutipan dr kitab Amos ini seakan2 bertolak belakang dgn hukum kasih; untuk mencintai yg jahat dan yg menganiaya kita.
Namun kita perlu baca kembali maksud dr kutipan tsb..
Yg dimaksudkan utk membenci yg jahat dan mencintai yg baik, ialah membenci sifat dan perilaku Jahat, serta mencintai sifat dan perilaku baik.

Seringkali kita membenci org yg menganiaya dan jahat kpada kita. Entah itu kawan, saudara, atasan, dll
Bahkan hati kita akan lbh panas lg ktika mendengar koruptor2 yg trnyata  merugikan kita semua..
Dan kita senang utk menjatuhkan hukuman yg seberat2nya kpada org yg trbukti brsalah..tanpa brkaca bhwa kita jg berdosa.

Kita perlu melihat kembali bgmana Tuhan tetap mencintai umat-Nya yg berdosa, tetapi membenci dosa2 manusianya.

Maukah kita mencintai org yg menganiaya kita dan membenci perilaku jahatnya saja?

Renungan 03 Juli 2012

Selasa, 03 Juli 2012
 

Ef 2:19-22
Mzm 117:1-2
Yoh 20:24-29 


PERCAYA DAN PERCAYA
 

Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.
- Yoh 20:29
 

Santo Thomas adalah salah satu dari kedua belas rasul Yesus. Ia sangat mengasihi Yesus, meskipun awalnya ia kurang percaya. Ketika Yesus ditangkap dan wafat, Thomas kehilangan keberaniannya dan hatinya hancur.
Pada Minggu Paskah, Yesus menampakkan diri pada para rasul, namun Thomas tidak bersama mereka.
Ia tidak percaya ketika diceritakan tentang hal itu. Delapan hari kemudian ketika menampakkan diri lagi, Yesus memintanya untuk mencucukkan jarinya ke dalam luka di tangan dan lambungNya. Thomas pun percaya.
Sesudah hari raya Pentakosta, Thomas menjadi kuat serta teguh dalam iman dan kepercayaannya kepada Yesus. Menurut tradisi, Santo Thomas mewartakan Injil hingga ke India. Setelah mempertobatkan banyak orang, ia wafat sebagai martir.
(Sumber: www.yesaya.indocell.net)

Ketika sedang mencari sekolah untuk anak saya yang berkebutuhan khusus, saya berdoa supaya Tuhan berikan sekolah yang terbaik untuknya. Saat itu saya yakin, jika Tuhan berkan sekolah yang terbaik untuknya, pasti Tuhan akan sediakan juga dananya. Ketika sekolah sudah kami dapatkan, ternyata dana yang ada tidak mencukupi. Biayanya jauh melebihi perkiraan kami. Saat itu saya ragu, apakah memang sekolah ini yang Tuhan mau. Saya merasa seperti Thomas yang kehilangan pegangan.
Saya meragukan Tuhan. Namun dengan caraNya yang ajaib, Tuhan sediakan dana yang kami butuhkan. Bahkan Tuhan memberikan bonus biaya sehingga anak saya bisa diterapi. (Dn) 


Apakah saya tetap percaya kepada Tuhan
di saat segala sesuatu tidak berjalan seperti yang saya harapkan?

Renungan 02 Juli 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Senin, 02 Juli 2012
 

Am 2:6-10,13-16
Mzm 50:16-23
Mat 8:18-22
 

PERUBAHAN= PERTUMBUHAN 

..tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.
- Mat 8:20
 
Saya termasuk orang yang tidak menyukai perubahan. Berat dan sulit bagi saya untuk menghadapi yang namanya perubahan. Bagi saya, perubahan itu sama dengan keluar dari kenyamanan dan memulai sesuatu yang baru dari awal lagi. Lagipula, jika sesuatu sudah berjalan dengan baik, mengapa harus dirubah? Apakah perubahan begitu pentingnya sehingga harus selalu diadakan?

Itu pemikiran saya dulu. Perubahan besar terjadi ketika saya menikah dan punya anak. Pengalaman mempunyai anak mengajar saya untuk menerima perubahan. Ya, mengurus bayi tidak seperti yang Anda bayangkan yang selalu berjalan sama setiap harinya. Dari hari ke hari, perubahan selalu terjadi. Seiring pertum-buhannya, kebiasaannya pun terus berubah dan perlu penyesuaian kembali.

Awalnya saya cukup stres karena segala sesuatu tidak bisa berjalan rutin seperti yang saya sukai dan inginkan. Namun lama-kelamaan saya belajar menikmati dan mengikuti alur dari setiap perubahan yang terjadi. Hingga akhirnya saya belajar menyukai yang namanya perubahan.

Pengalaman mengikut Tuhan pun tak ubahnya dengan menghadapi perubahan.
Karena, Tuhan tidak ingin kita tinggal dalam ke-nyamanan setiap waktu. Ia ingin kita keluar dari kenyamanan kita dan terus bertumbuh. Perubahan terjadi seiring dengan pertumbuh-an yang akan kita alami. Tanpa pertumbuhan, tak akan ada perubahan. Jadi, bersyukurlah untuk setiap perubahan yang terjadi dalam hidup kita, karena itu berarti kita terus mengalami pertum-buhan dalam setiap detil kehidupan kita. (Jc) 

Bagaimana saya menyikapi setiap perubahan yang terjadi dalam hidup saya?

Sunday, July 1, 2012

Renungan 01 Juli 2012

Minggu, 01 Juli 2012

 
Keb 1:13-15; 2:23-24
Mzm 30:2,4-6,11-13
2Kor 8:7,9,13-15
Mrk 5:21-43


JANGAN TAKUT, PERCAYA SAJA! 

Jangan takut, percaya saja! - Mrk 5:36
 
Jawaharlal Nehru berkata, “Mungkin tidak ada hal yang lebih jahat dan berbahaya dalam hidup ini seperti rasa takut.”
Ba-nyak kejahatan seperti pembunuhan, perampokan, dan sebagainya yang terjadi bersumber dari rasa takut.
Semua itu terjadi karena rasa takut yang salah, yaitu takut kepada manusia.               

Dalam hal percaya, kita diharapkan untuk percaya seperti layaknya anak kecil yang tulus, tidak curiga, dan polos. Tapi kenyataannya, kita sulit untuk percaya.
Mengapa? Karena kita sok tahu, sok pintar, sok jago, sok gengsi, dan banyak sok yang lainnya…sehingga kita lupa bahwa kita ini adalah ciptaan, bukan pencipta. Iman atau percaya adalah rahmat Tuhan, sehingga jika kita senantiasa bersikap sok ini dan itu, jangan harap ada iman pada diri kita.

Yesus berkata, “Jangan takut, percaya saja!”  Perintah itu tidak dimaksudkan agar kita takut kepada manusia, melainkan kepada Allah, dengan melakukan perintahNya: mengampuni dan mengasihi.  Marilah kita memeriksa batin kita apakah kita takut kepada manusia atau kepada Allah, dan apakah kita sudah percaya seperti seorang anak kecil?  (Jae )   

Seberapa besar percaya saya kepada Tuhan?

Renungan 30 Juni 2012

Sabtu, 30 Juni 2012

Rat 2:2,10-14,18-19,
Mzm 74:1-2,3-5a,5b-7,20-21,
Mat 8:5-17

Kelemahan dan Penyakit

"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." -Mat 8:17b

"Duhhh gendut banget ya guee"
"Bodoh! Gue bener-bener bodoh"
"Ya Tuhannn. Masa gini aja gue ga bisa"
"Sakitttt. Kenapa mesti sakit sihh?"

Merasa familiar dengan keluhan diatas? Yaa, mari kita pikirkan sejenak. Seberapa sering kita mendengar keluhan tersebut dari org lain atau bahkan dari mulut kita sendiri?

Rasanya kita malu dan sering kali kecewa dengan kelemahan dan penyakit kita.

Padahal, Tuhan yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Yang perlu kita lakukan ialah menyerahkan segala kelemahan dan penyakit kita kepadaNya.

Percayalah, imanilah, dan syukurilah Tuhan telah memulihkan penyakit kita dan memberkati kelemahan kita. (Coe)

Friday, June 29, 2012

Renungan 29 Juni 2012

Jumat, 29 Juni 2012
Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus
 
Kis 12:1-11
Mzm 34:2-9
2Tim 4:6-8,17-18
Mat 16:13-19
 
KUNCI 

Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang
kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. - Mat 16:19
 
Dalam Katekismus Gereja Katolik, perikop bacaan Injil hari ini menterjemahkan bahwa Yesus Kristus memberikan otoritas penuh kepada Santo Petrus atas gerejaNya. Dialah Paus Gereja Katolik pertama. Otoritas ini tidak lenyap setelah ia wafat. Kuasa itu diteruskan kepada Santo Linus, yang kemudian sebelum wafat meneruskan kepada yang berikutnya. Demikian terus-menerus selama 2000 tahun.
 
Di sisi lain, bacaan ini juga berkisah tentang kuasa yang Tuhan berikan kepada orang-orang percaya, para murid Kristus, termasuk kita. Di antaranya adalah kuasa memberi. Percayakah kita: Saat kita membagikan/membagikan pengetahuan kita kepada yang memerlukan, kita tidak akan menjadi bodoh. Kita tidak akan jatuh msikin saat kita memberi sebagian materi yang kita miliki untuk membantu yang kekurangan.
Kita tidak akan menjadi semakin terluka saat kita memberi pengampunan kepada yang melukai hati kita. Kita tidak akan kecewa atau patah harapan saat kita memberi diri menerima segala peristiwa pahit yang terjadi dengan ikhlas.
 
Sama halnya dengan prinsip kunci.
Sebuah kunci yang sama dapat membuat satu ruangan menjadi terbuka dan ruangan lain tertutup. Demikian sebaliknya. Sebuah kunci adalah jalan untuk menuju ruangan lain yang terbuka.
Pintu berkat, pintu pengampunan, pintu pengharapan, dan pintu kasih Allah bagi sesama. (Lie) 


Apakah saya cukup bijak menggunakan “kunci”  yang Tuhan amanatkan pada saya?