Tuesday, September 11, 2012

Renungan 11 September 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Selasa, 11 September 2012
 

1Kor 6:1-11
Mzm 149:1-6a,9b
Luk 6:12

DOA YANG  ‘MEMBENARKAN’

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. - Luk 6:12
 

Ketika menghadapi masalah saya sering mengeluh, “Tuhan, mengapa begini, padahal saya sudah mengandalkan Tuhan. Bahkan sebelum mengambil keputusan, saya berdoa.”
Tuhan menjawab keluhan saya dengan penyadaran bahwa seringkali saya hanya asal berdoa. Saya memang berdoa, tetapi keputusan yang saya ambil didasari atas pertimbangan sudut pribadi saya, bukan Tuhan. Keputusan itu adalah pilihan saya, dan bukan yang Tuhan inginkan.

Sebelum Yesus memanggil kedua belas murid, Ia berdoa dulu. Bukan sekedar berdoa, tapi Ia berdoa semalam-malaman. Ia tahu akan mengambil keputusan penting. Kedua belas murid adalah orang-orang yang akan membantuNya melaksanakan rencana Allah. Untuk itulah Yesus berdoa meminta kebijaksanaan dalam memenuhi kehendak Bapa.

Ada kalanya kita berdoa memohon petunjuk Tuhan, tetapi yang terjadi seringkali doa tersebut menjadi doa agar Tuhan ‘membenarkan’ keputusan kita.
Salah satu cara yang saya gunakan untuk mengetahui apakah keputusan saya sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak adalah dengan mempertanyakan: Bila saya mengambil keputusan ini, apa untungnya bagi Tuhan? Sedikit banyak introspeksi ini akan mengarahkan saya kepada rencanaNya. (Ch) 
 

Bagaimana doa saya saat akan mengambil keputusan?

Renungan 10 September 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Senin, 10 September 2012
 

1Kor 5:1-8
Mzm 5:5-7,12
Luk 6:6-11

 
KASIH SETIAMU 

Tetapi aku, berkat kasih setiaMu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumahMu, sujud menyembah ke arah baitMu yang kudus dengan takut akan Engkau. - Mzm 5:7
 

Seorang teman bercerita tentang perjuangannya dalam mencari pekerjaan.
Berbagai tes seleksi telah dijalani, tapi tak kunjung membuahkan hasil.
Proses rekrutmen yang lama membuatnya putus asa dan hanya bisa pasrah. Di saat tak pasti seperti itu ternyata Tuhan menyatakan rancangan indahNya. Teman saya dipanggil sebuah perusahaan untuk menjalani tes seleksi.
Tes yang begitu sulit sampai ia sendiri yakin tak akan lolos. Namun di hari yang sama, ia dinyatakan layak bergabung dalam perusahaan tersebut.
Ajaibnya, perusahaan itu adalah impiannya sejak beberapa tahun lalu.
Dan kini menjadi nyata dalam genggamannya.

Saya terkesan atas perjuangannya, dan terlebih lagi merasa kagum akan keajaiban rencana Tuhan. Ia membiarkan kita berjuang melewati banyak rintangan sebelum akhirnya menemui hasil yang indah.

Hal sederhana seperti ini yang membuat saya semakin tak bisa berhenti memuji kebesaranNya. Dialah yang selalu memberkan segala sesuatu yang terbaik bagi kehidupan kita. Bagaimana mungkin kita tidak mengagumi dan menyembahNya? (Ve)  


Apa keajaiban Tuhan yang saya alami dalam hidup saya?

Monday, September 10, 2012

Renungan 09 September 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Senin, 10 September 2012
 

1Kor 5:1-8
Mzm 5:5-7,12
Luk 6:6-11

 
KASIH SETIAMU 

Tetapi aku, berkat kasih setiaMu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumahMu, sujud menyembah ke arah baitMu yang kudus dengan takut akan Engkau. - Mzm 5:7
 

Seorang teman bercerita tentang perjuangannya dalam mencari pekerjaan.
Berbagai tes seleksi telah dijalani, tapi tak kunjung membuahkan hasil.
Proses rekrutmen yang lama membuatnya putus asa dan hanya bisa pasrah. Di saat tak pasti seperti itu ternyata Tuhan menyatakan rancangan indahNya. Teman saya dipanggil sebuah perusahaan untuk menjalani tes seleksi.
Tes yang begitu sulit sampai ia sendiri yakin tak akan lolos. Namun di hari yang sama, ia dinyatakan layak bergabung dalam perusahaan tersebut.
Ajaibnya, perusahaan itu adalah impiannya sejak beberapa tahun lalu.
Dan kini menjadi nyata dalam genggamannya.

Saya terkesan atas perjuangannya, dan terlebih lagi merasa kagum akan keajaiban rencana Tuhan. Ia membiarkan kita berjuang melewati banyak rintangan sebelum akhirnya menemui hasil yang indah.

Hal sederhana seperti ini yang membuat saya semakin tak bisa berhenti memuji kebesaranNya. Dialah yang selalu memberkan segala sesuatu yang terbaik bagi kehidupan kita. Bagaimana mungkin kita tidak mengagumi dan menyembahNya? (Ve)  


Apa keajaiban Tuhan yang saya alami dalam hidup saya?

Saturday, September 8, 2012

Renungan 08 September 2012

Renungan Harian Katolik
Sabtu, 8 September 2012

Mi 5:1-4a / Rm 8:28-30
Mzm 13:6ab,6cd
Mat 1:1-16,18-23

GPS

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. ~ Roma 8:28

Tuhan pasti punya rencana yang indah. Itu adalah suatu yang sudah dijanjikan Tuhan, dan ketika Tuhan sudah berjanji, pasti ditepati, karena janjiNya adalah iya dan amin.

Lantas kenapa kok ketika kita sudah mau melayani, sudah berdoa, baca firman, masih saja kelihatannya begitu banyak cobaan.

BroSis, Tuhan PASTI menghasilkan kebaikan, seperti yang firman Tuhan katakan pada Roma 8:28.

Mungkin sekarang kelihatan berbatu-batu, tapi ingat, jika suatu keadaan belum baik, maka Tuhan belum selesai.
RencanaNya bukan hanya jangka pendek.

Maka kita sebagai umat Allah, berusaha melihat kebaikan, yaitu mencari Tuhan dalam setiap kejadian.

Cukup berikan effort/usaha lalu setia. Manusia tidak bisa instan jadi baik dalam segalah hal, ini proses.

Mungkin kadang kita berjalan melenceng, tapi jangan cepat-cepat down dulu, bangkit dan bersinar lagi bersama Tuhan, sebab Tuhan tidak lihat bagaimana kamu jatuh, tapi bagaimana kita bangkit. Jadikan Tuhan sebagai GPS supaya bisa berjalan benar bersama Tuhan.

Sudahkah saya melihat kebaikan Tuhan hari ini? (KH)

Renungan 07 September 2012

Renungan Harian Katolik
Jumat, 7September 2012
 
1Kor 4:1-5, 
Mzm 37:3-4,5-6,27-28,39-40, 
Luk 5:33-39

1Kor 4:5
"Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. .."

Kedua bacaan hari ini kurang lebih mempunyai satu topik, yaitu menghakimi. St. Paulus mengingatkan umat di Korintus agar tidak menghakimi. Karena manusia, tidak mempunyai kemampuan untuk menghakimi dengan adil. Kita selalu menghakimi dari sisi dan cara pandang kita sendiri yang tentu saja menjadikan kita selalu benar dan orang lain selalu salah.

Yesus pun dihakimi oleh orang-orang Farisi karena murid-murid-Nya tidak berpuasa (alasan mereka melakukan hal ini karena orang-orang Farisi ingin mencari kesalahan Yesus dengan menghakimi kalau murid-murid tidak berpuasa pasti karena ajaran Sang Guru).

Saya pun pernah meghakimi. Saya baru masuk dalam pekerjaan baru dan melihat supervisor enggan berbagi ilmu dengan saya. Pada saat pulang, saya langsung bercerita kepada adik saya kalau supervisor itu pelit ilmu dan takut disaingi. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, saya menemukan bahwa supervisor saya memang cuek. Setelah sadar kalau menghakimi, saya langsung meminta ampun kepada Tuhan karena sudah menghakimi supervisor saya.

Penghakiman kita bisa menghancurkan hubungan kita dengan orang lain.

Apakah belakangan ini saya pernah menghakimi seseorang sekitar saya?

Wednesday, September 5, 2012

Renungan 05 September 2012

Renungan Katolik Komunitas Joy
Rabu, 5 September 2012

1 Kor 3:1-9
Mzm 33:12-13,14-15,20-21
Luk 4:38-44

Aku menanam, Apolos menyiram tapi Allah yang memberi pertumbuhan. 1 kor 3:6

Teman-teman, pernah ga sih kita ketemu orang yang uda dibilangin nih, tapi masih aja berulang-ulang kali melakukan kesalahan yang sama?
Ato ngerasa uda dikasitau yang baik-baik nih, tapi tetep yang dilakukan malah yang kebalikannya?
Tapi coba deh direnungkan lagi..

Pernah ga kita bersikap sama seperti temen yang kita sebelin tadi?
Pernah ga kita masuk ke kesalahan yang sama berulang-ulang dan ga berhenti-henti?Atau teruskah kita bergumul dengan dosa favorit kita?

Teman-teman, hari ini kita diingatkan, untuk apapun keadaannya, kita tetap setia untuk menabur, baik ke dalam diri kita sendiri dengan membaca alkitab dan renungan.
Ataupun kepada teman-teman kita melalui sharing dan nasehat.

Walaupun kadang cara kerja Tuhan ga seperti membalikkan tangan, tapi kita selalu percaya kalau apapun yang kita usahakan akan dilihat oleh Tuhan dan pasti Dia akan memberi pertumbuhan, sampai akhirnya kita atau teman-teman kita dapat menjadi pribadi yg baru..

"Masih setiakah kita untuk menabur?"

Tuesday, September 4, 2012

Renungan 04 September 2012

Renungan Harian Katolik "Bahasa Kasih"
Selasa, 04 September 2012
 

1Kor 2:10b-16
Mzm 145:8-14
Luk 4:31-37 


JEDELA FIRMAN 

Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
- Luk 4:32
 
Salah satu penyebab konflik yang sering terjadi adalah perkataan. Terkadang tanpa kita sadari perkataan yang kita lontarkan menyakiti orang lain, sekalipun mungkin kita tidak bermaksud demikian.
Sadar ataupun tidak, seringkali perkataan bisa menghancurkan suatu relasi.

Tak terkecuali dalam kehidupan menggereja. Sekalipun kita mengaku sebagai pengikut Tuhan, banyak dari kita yang tidak pandai menjaga perkataan kita sehingga menimbulkan pertentangan dan kesalahpahaman di antara umat Tuhan. Apalagi terhadap orang yang kita tidak sukai, akan lebih mudah bagi kita untuk berbicara blak-blak-an yang bisa semakin memperburuk relasi yang sudah tidak baik sejak awalnya.

Satu cara yang paling mudah untuk mengatasi kelemahan dalam perkataan ini adalah dengan membaca firmanNya setiap hari. Saya percaya jika kita mengisi hati dan pikiran kita dengan firman Tuhan di awal hari, maka firman itulah yang akan tertanam dalam diri kita sehingga kita akan lebih dimampukan untuk mengendalikan diri dalam perkataan yang kita ucapkan.
Firman Tuhan itu penuh kuasa.
Jadi kita memasukkannya dalam diri kita, saya yakin firman itu pula yang akan keluar dari mulut kita ketika kita berkata-kata terhadap orang lain yang kita temui dalam hidup kita. (Lid) 
 

Bagaimana dengan perkataan yang keluar dari mulut saya?